ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Rifertar-Pelatih Timnas Italia, Cesare Prandelli, membuat aturan baru untuk anak-anak asuhnya. Dia melarang para pemain mengakses media sosial seperti Facebook dan Twitter selama tampil di Piala Dunia 2014 mendatang.

Menurut Telegraph, Rabu, 16 Oktober 2013, keputusan itu diambil menyusul ulah Mario Balotelli jelang pertandingan melawan Armenia. Striker AC Milan itu dinilai bertindak bodoh dengan 'berkicau' tentang jaringan mafia di Italia.

Sebelum menjamu Armenia di Stadion San Paulo, Napoli, Gli Azzzurri sebelumnya sempat berlatih dengan Nuova Quarto Calcio, klub lokal yang diyakini dikendalikan oleh salah satu gang mafia terkemuka, Camorra.

Balotelli yang beberapa waktu lalu sempat dituduh punya keterkaitan dan diminta menjadi saksi dalam persidangan kasus mafia, sebenarnya bermaksud membantah pandangan miring publik tentangnya.

"Itu yang kalian katakan! Saya datang ke sini karena sepakbola luar biasa dan semua orang boleh bermain di mana mereka mau dan saat ini akan ada pertandingan (Italia vs Armenia," kicau Balotelli beberapa waktu lalu.

Sayang, rupanya tindakan Balotelli itu ternyata ditanggapi miring oleh salah satu anggota parlemen yang juga menjadi penggagas gerakan anti mafia, Rosario Capacchione. Dia menyebut 'Super Mario' telah berbuat bodoh. "Tindakan bodoh. Balotelli benar-benar labil. Dia tak bisa membedakan yang baik dan buruk," ungkap Capacchione.

About Richard Fernando

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Dunia Dalam Berita


Top