ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Rifertar-Para pemuda di Yaman tengah berunjuk rasa memprotes mahalnya biaya mahar yang harus dikeluarkan oleh mempelai pria apabila ingin menikah. Rata-rata apabila menikah dengan gadis di desa, para mempelai pria harus menyediakan mahar minimal YER 500 ribu atau Rp26 juta.

Laman Al Arabiya, Jumat 18 Oktober 2013 melansir, para pemuda ini menuntut agar biaya mahar ditekan hanya sebesar YER 200 ribu atau Rp11 juta. Informasi itu diperoleh dari sumber lokal yang menyebut para pemuda itu berasal dari Desa Al-Jarf, berlokasi sekitar 256 kilometer dari ibukota Sanaa.

Mereka berdemonstrasi pada malam hari pada hari kedua perayaan Idul Kurban. Menurut laporan Al Arabiya, demonstrasi itu dilakukan sebagai respon atas rencana pernikahan salah satu pasangan dari desa mereka. Si calon ayah mertua meminta supaya mahar putrinya dinaikkan hingga YER 500 ribu atau Rp26 juta.

Para pengunjuk rasa kemudian berkunjung dari rumah ke rumah di desa itu dan memaksa para tetua dan ayah gadis-gadis untuk menandatangani sebuah surat kesepakatan. Isinya mereka berjanji apabila menikahkan putrinya, maka tidak akan meminta uang mahar lebih dari YER 200 ribu atau Rp11 juta.

Mereka mengancam apabila isi surat kesepakatan itu tidak ditepati, para pengunjuk rasa akan bertindak anarkis. Para pengunjuk rasa ini mencari solusi radikal untuk mencegah tingginya warga yang belum menikah di desa tersebut. Mereka berpikir dengan menurunkan nominal mahar, maka kaum jomblo di desa itu dapat segera menikah.

Tingginya angka perempuan dan laki-laki yang melajang hingga usia cukup menikah, telah menjadi fenomena sosial tersendiri di Yaman. Hal itu diperparah dengan semakin tingginya tingkat kemiskinan dan pengangguran di negara itu.

Itulah yang menyebabkan pasangan yang akan menikah dengan ritual tradisional, biasanya keluarga mempelai wanita akan meminta mahar dengan harga berlipat-lipat.

Menurut seorang peneliti sosial, Moujib Abdulwahab, di banyak daerah di Yaman, apalagi yang masih kental terpengaruh adat, nominal mahar yang diminta bisa lebih fantastis. Nilainya mencapai YER 3 juta atau Rp158 juta.

Menurut warga setempat, alasan di balik tingginya mahar nikah yang diminta, karena sebagian besar calon mempelai wanita memegang paspor Amerika Serikat (AS). Sehingga, dana dari mahar itu akan digunakan sebagai biaya bepergian ke Negeri Paman Sam.

About Richard Fernando

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Dunia Dalam Berita


Top