ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Rifertar-Seorang anak ajaib berusia 12 tahun telah mengejutkan para profesor universitas setelah dia bergulat dengan beberapa konsep paling maju dalam matematika. Jacob Barnett memiliki IQ 170, lebih tinggi dari Albert Einstein yang memiliki IQ 155. Sekarang, anak ini begitu maju dalam studinya di Universitas Indiana sehingga para profesor itu antre meminta dia terlibat dalam penelitian PHD. Jacob, yang belajar sendiri kalkulus, aljabar, geometri dan trigonometri dalam seminggu, sekarang mengajari sesama teman kuliah setelah jam kuliah.
Saat ini, Jacob juga telah memulai proyek yang paling ambisius versinya sendiri dari teori relativitas Einstein. Menurut koran setempat, profesor astrofisika institut, Scott Tremaine, seorang ahli terkenal di dunia, membenarkan keaslian teori Jacob. Dalam sebuah emailnya, Tremaine menulis: “Saya terkesan oleh minatnya dalam fisika dan jumlah yang ia telah pelajari sejauh ini. Teori yang dia sedang kerjakan melibatkan masalah paling sulit dalam astrofisika dan fisika teori. Siapa pun yang memecahkan ini akan pantas untuk Hadiah Nobel.”
Namun bagi ibunya, Kristine Barnett (36) dan juga keluarganya, matematika tetap menjadi subjek rumit. Dan itu juga, menurutnya, bukan minat Jacob. “Setiap kali saya mencoba berbicara tentang matematika dengan siapa pun di keluarga saya, mereka hanya menatap kosong”.
Jacob didiagnosis dengan sindrom Aspergers, bentuk ringan dari autis dari usia dini. Orang tuanya yang khawatir ketika dia tidak bicara sampai usia dua tahun, mencurigai dia abnormal. Hanya saat ia mulai tumbuh dewasa mereka menyadari betapa spesialnya dia. Dia akan mengisi buku catatan dengan gambar bentuk dan perhitungan geometris kompleks, sebelum mengambil pena dan  menulis persamaan di jendela.
Pada usia tiga tahun ia memecahkan puzzle yang memiliki 5.000 potongan dan ia bahkan mempelajari peta jalan negara, membaca  setiap jalan raya dan awalan plat luar kepala. Pada usia delapan tahun ia telah meninggalkan sekolah menengah atas dan masuk kelas astrofisika lanjutan di Indiana University – Purdue University Indianapolis. Kehadirannya di kelas cukup menakutkan bagi banyak siswa berusia 18 tahun.
Wanda Anderson, seorang ahli biokimia terkenal, berkata: “Ketika saya pertama kali masuk dan melihatnya, saya berpikir, “Oh Tuhan, saya pergi ke sekolah dengan Doogie Howser (dokter muda dalam sebuah acara komedi).” Dia menambahkan: “Banyak orang datang padanya untuk meminta bantuan ketika mereka tidak memahami masalah fisika.” Orang-orang datang kepadanya setiap saat dan berkata, “Hei Jacob, Anda dapat membantu saya.” “Banyak orang berpikir orang jenius sulit untuk diajak bicara, tapi Jacob menjelaskan hal-hal yang masih di luar kepala mereka.” Dan profesornya, John Ross mengatakan, penampilannya di kuliah telah menonjol. “Ketika dia bertanya, ia selalu dua langkah di depan materi kuliah. Semua orang di kelas terdiam. Dia duduk tepat di  barisan depan, dan mereka semua hanya melihat ke arahnya.”
“Dia akan datang menemui saya pada jam kantor dan mengajukan pertanyaan bahkan lebih rinci. Dan Anda bisa tahu dia sudah  memikirkan hal-hal ini. Anak-anak seusianya biasanya akan mempunyai masalah menambahkan fraksi, dan dia membantu beberapa teman-temannya,” terang John Ross. Menurut orang tuanya, Jacob memiliki masalah tidur di malam hari saat ia terus memikirkan
angka di kepalanya. Tapi jauh dari mengeluh, Jacob telah mengubah malam tanpa tidur untuk keuntungannya, membongkar teori big bang.

About Richard Fernando

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Dunia Dalam Berita


Top