ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Rifertar - Ayah dan dua anaknya tewas terpanggang saat rumahnya di Jalan Bakti, dilalap api, dini hari tadi. Mereka ditemukan pelukan di kamar mandi, sementara sang ibu sedang bekerja sebagai biduan di Hotel Madani.
JALAN BAKTI, JAM 00.30 WIB
Peristiwa ini tepatnya terjadi di Gang Seto, Lorong Jenggot, Kelurahan Sukaramai, Medan Denai, Sabtu (5/10) sekira jam 00.30 wib. Sesaat sebelum peristiwa itu terjadi, listrik PLN tengah padam. Adalah, Adek Iskandar (41), Shakira (3) dan Afdhal (2), ayah dan dua anak yang tewas itu. Kini, mayat mereka dievakuasi polisi ke RSUD dr Pirngadi Medan untuk divisum.
Belum diketahui pasti apa penyebab kebakaran tersebut. Namun, beredar kabar api berasal dari lilin yang dinyalakan untuk menerangi ruangan. Karena, beberapa menit kebakaran terjadi, listrik di kawasan itu baru saja menyala. Data dihimpun, peristiwa itu pertama kali diketahui, Andi, abang kandung Adek yang tinggal di samping rumah. “10 menit listrik nyala, api sudah berkobar,” kata Andi yang ditemui kru koran ini di lokasi kebakaran.
Andi teriak minta tolong, begitu melihat api membakar kediaman yang dihuni adiknya itu. Jiran tetangga, yang mendengar teriakan berhamburan keluar dan memanggil Adek dan 2 anaknya. Karena, saat itu Adek masih di dalam rumah. Berulang kali dipanggil, tetap tak ada sahutan. Sementara warga lain, bergotong royong berusaha memadamkan api.  Karena kondisi pemukiman yang padat, membuat para tetangga juga jadi panik. Pasalnya, mereka khawatir api menjalar ke rumah mereka. Sejam kemudian, beberapa mobil pemadam kebakaran datang ke lokasi dan api dapat dijinakkan.
Setelah diperiksa, ternyata ditemukan 3 mayat di dalam kamar mandi dalam kondisi berpelukan. Mereka adalah Adek (ayah) berserta Afdal dan shakira. Mereka ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa. “Kita menemukan 3 mayat: ayah dan 2 anaknya di dalam kamar mandi dalam kondisi berpelukan,” kata Kompol Rama Samtama Putra usai memeriksa kondisi kebakaran.
Namun Kapolsek Medan Area ini mengatakan bahwa pihaknya masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. “Penyebabnya masih kita selidiki. Untuk itu akan kita turunkan tim Labfor dari Poldasu. Tapi yang jelas menurut saksi, pada saat kejadian, listrik baru nyala,” jelas Rama.
Sementara itu, menurut Novi (21) tetangga korban mengatakan, pada saat kejadian mereka sangat panik. Pasalnya api sudah mulai menjalar ke rumahnya. “Kaca rumah kami pecah dan kainnya juga terbakar. Makanya kami juga menyirami rumah kami biar tidak ikut terbakar. Panas kali tadi bang. Makanya kami sempat loncat ke belakang rumah melalui jendela,” ujar Novi yang rumahnya hanya berjarak 2 meter dari lokasi kebakaran.
Mimi yang dikabari para tetangga langsung menjerit histeris saat mengetahui orang-orang yang ia cintai meninggal dengan tragis di saat dirinya sedang menjalankan profesi sebagai penyanyi. Mimi juga sempat pingsan berkali-kali saat menyambut para kerabat yang datang. Namun dia masih belum diperkenankan warga untuk menengok jenazah suami dan anaknya, karena khawatir dengan dampak psikologis yang akan dialaminya nanti. “Gak usah dikasih nengok dululah. Nanti geger otak pulak dia,” ujar Sapri, salah seorang kerabat menuturkan.

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Dunia Dalam Berita


Top