ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Rifertar- Sepasang bayi kembar berjenis kelamin laki-laki lahir dalam kondisi prematur. Diketahui salah satu bayi dalam kondisi sudah dikhitan alias disunat. Bayi kembar itu diberi nama Kamal dan Kamil, anak pasangan Slamet Budiharjo (33) dan Ponisih (32) warga Desa Jajag Kecamatan Gambiran, Banyuwangi.

Kedua bayi kembar tersebut lahir 5 Februari 2011 melalui operasi caesar di RSUD Genteng, Banyuwangi. Proses melahirkan caesar itu terpaksa ditempuh karena posisi bayi sungsang dan air ketuban pecah sebelum waktunya.

Kerena prematur dan lahir dengan berat badan jauh dari ideal, keduanya dirawat secara khusus. Saat lahir, berat badan Kamal hanya 2,2 Kg. Sedangkan Kamil, berat badannya lebih rendah lagi, hanya 1,7 Kg.

Kedua bayi itu akhirnya tidur di dalam kotak penghangat dan diberi minum susu khusus selain ASI. Setelah dua hari berada di rumah sakit, akhirnya bayi beserta sang ibu diizinkan pulang.

Sore harinya, kedua orang tua mereka baru mengetahui ada yang aneh pada anaknya bernama Kamil. Alat kelamin Kamil diketahui sudah dalam kondisi dikhitan alias sunat.Anehnya lagi, khitan tersebut seperti sudah lama ada. Sebab tidak ada bekas luka baru yang biasa didapati pada alat kelamin anak laki-lalki yang baru dikhitan.

"Tahunya sore hari setelah pulang dari rumah sakit, alat kelamin anak saya sudah disunat," jelas Slamet Budiharjo, Bapak Kandung bayi, pada detiksurabaya.com di rumahnya, Rabu (2/3/2011).

Slamet mengaku tidak tahu siapa yang menyunat anaknya. Saat berada di rumah sakit, tak ada keterangan terkait kondisi tersebut. Kecuali keterangan anaknya terlahir sehat meski prematur.

Selama hamil serta menjelang operasi kelahiran anaknya, ibu bayi tidak memiliki firasat apapun. Hanya rasa sakit yang luar biasa akibat kondisi bayinya yang sungsang.

Terlepas dari siapa yang menyunat anaknya, Slamet tetap bersikap positif. Ia bersyukur atas kesehatan serta kelancaran proses kelahiran anak kedua dan ketiganya tersebut. "Yang penting anak saya sehat, siapa yang menyunat anak saya saya berpikir jernih saja," tambah Slamet.

Sementara Spesialis Urologi RSU dr Soetomo Surabaya Prof dr Sunaryo SpB SpUK mengaku tidak ada namanya anak disunat jin. Yang ada kelainan bawaan pada penis anak tersebut.

"Kelainan itu adalah hipospadi yang salah satu cirinya adalah kulit penis bagian bawah (kulup) tidak ada sehingga penis tampak seperti sudah tersunat. Kulup penis itu tidak sempurna, hanya ada di bagian atas (dorsalhoot)," kata Prof Sunaryo.

Prof Sunaryo menerangkan bahwa penyebab hopospadi adalah terhentinya pertumbuhan pada penis sehingga penis tidak terbentuk secara sempurna. Kelainan bawaan ini mempunyai penderita yang cukup banyak.

sumber : detik.cm

About Richard Fernando

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Dunia Dalam Berita


Top