ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Rifertar-Kawanan genk motor kembali berbuat onar. Seorang pegawai honore PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) tewas dibantainya, dipukuli ramai-ramai, dada ditikam dan kereta miliknya dibawa kabur. Sementara temannya selamat.
PATUMBAK, JAM 10.00 WIB
Pegawai PT PLN yang tewas itu adalah, Heri Farianto Sirait (21) warga Jalan Garu 8, Gang Serasi, Kelurahan Harjosari, Kecamatan Medan Amplas. Di PT PLN, Heri bertugas sebagai Operator Gardu Induk di Tanjung Morawa. Peristiwa itu terjadi, Jumat (27/9) sekira jam 04.30 wib. Pagi itu, dari rumahnya, Heri boncengan dengan temannya, Ronald Tarapalito Simorangkir (24) mengendarai kereta Honda Supra X 125 BK 4775 ADD hendak ke kantor PT PLN di Tanjungmorawa.
Saat melintas di Jalan SM Raja persis depan Simpang Gang Dame, tak jauh dari Mapoldasu, mereta dipepet dan dihadang kawanan genk motor yang mengendarai 4 kereta. Disitu, Heri sebagai joki memilih kabur menyelamatkan diri. Sayang, usaha itu tak berhasil, mereka terjatuh setelah keretanya ditendang salah satu pelaku. “Pelakunya ada 7 atau 8 orang bang, mereka boncengan naik 4 kereta,” kata Ronald Tarapalito Simorangkir ke kru koran ini.
Dalam kondisi tak berdaya, Ronald dan Heri dikeroyok. Heri coba melawan saat keretanya hendak dibawa kabur. Karena melawan, satu dari beberapa pelaku mencekik Heri dan menghujamkan pisau tepat di dada kirinya. Sementara Ronald memilih diam, tanpa melakukan perlawanan sedikit pun. “Heri ditikam karena dia melawan. Ciri-ciri pelaku yang nikam, rambutnya kriting, kulit hitam dan tingginya sekira 165 cm,” sambung Ronald.
Jasad Heri Farianto Sirait

Usai melumpuhkan kedua korban, kawanan genk motor tersebut membawa kabur kereta korban ke arah Tanjungmorawa. Melihat temannya berdarah, Ronald teriak minta tolong, anehnya meski warga setempat keluar dan melihat mereka, tak satupun warga yang berani menolong. Akibatnya, Heri meregang nyawa diperjalanan saat hendak dilarikan ke rumah sakit.
“Pas kejadian ramai tukang becak di simpang Gang Dame itu bang, tapi gak satupun mereka yang mau membantu, cuma ngeliatin aja, taksi yang kustop pun gak mau, untung ada becak yang lewat dan mau membawa kami, dan akhirnya Heri tewas dipangkuanku bang,” kata Ronald. Ronald kemudian menghubungi keluarga Heri. Setelah keluarganya berkumpul, kasus tersebut dilaporkan ke Mapolsek Patumbak.
Kapolsek Patumbak, Kompol Triyadi Sik saat dikonfirmasi mengatakan. “Pelaku diduga genk motor belum bisa kita pastikan, karena kita masih lakukan penyelidikan. Diperkirakan pelakunya berjumlah 6 orang, korban tewas akibat luka tikaman di dada kirinya,” kata Kompol Triyadi Sik. Triyadi juga menjelaskan jika pihaknya baru mengambil keterangan satu orang saksi. “Saksi baru satu yang kita periksa, teman korban saat peristiwa itu terjadi. Mayat korban kini berada di RSUD dr Pirngadi Medan untuk divisum,” jelasnya.

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Dunia Dalam Berita


Top