Rifertar-Risiko kanker kulit memang menjadi hal utama yang diingatkan para dokter
jika Anda terlalu banyak beraktivitas di luar ruangan. Meskipun
demikian, para ahli dalam sebuah studi terbaru menemukan bahwa paparan
sinar matahari juga bisa memberikan manfaat lain bagi kesehatan Anda.
Tim peneliti dari University of Copenhagen menganalisis data dari 4,4 juta orang yang tinggal di Denmark selama periode 23 tahun, termasuk 130.000 orang di antaranya yang mengalami kanker kulit non-melanoma berusia di atas 40 tahun.
Temuan analisis data yang telah dipublikasikan dalam International Journal of Epidemiology ini menunjukkan bahwa mereka yang telah didiagnosis dengan kanker kulit non-melanoma 4 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami serangan jantung. Risiko mereka untuk meninggal akibat penyakit apapun juga 48 persen lebih rendah.
"Studi kami menunjukkan didiagnosis kanker kulit justru membuat risiko infark miokard berkurang, begitu juga dengan risiko patah tulang pinggul pada mereka yang berusia di bawah 90 tahun, jika dibandingkan dengan kontrol populasi umum," tulis para peneliti dalam jurnal tersebut.
Oleh sebab itu, para ilmuwan menyarankan agar lebih banyak mengonsumsi asupan yang kaya akan vitamin D seperti minyak ikan, ikan salmon, tuna, susu, telur, jamur dan udang. Cara lainnya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan lebih banyak beraktivitas di luar ruangan untuk mendapatkan paparan sinar matahari.
"Meskipun begitu, perlu diingat bahwa paparan sinar UV dari matahari berlebihan merupakan penyebab utama kanker kulit," ujar Dr Claire Knight, dari Cancer Research UK, seperti dilansir News Max Health, Kamis (26/9/2013).
Ia melanjutkan paparan sinar matahari memang diperlukan untuk mendapatkan cukup vitamin D alami dan menjaga kesehatan tulang. Tetapi kuncinya adalah tidak terpapar secara berlebihan, misalnya perbanyak aktivitas di luar ruangan pada pagi hari saja, tidak pada siang hari.
Tim peneliti dari University of Copenhagen menganalisis data dari 4,4 juta orang yang tinggal di Denmark selama periode 23 tahun, termasuk 130.000 orang di antaranya yang mengalami kanker kulit non-melanoma berusia di atas 40 tahun.
Temuan analisis data yang telah dipublikasikan dalam International Journal of Epidemiology ini menunjukkan bahwa mereka yang telah didiagnosis dengan kanker kulit non-melanoma 4 persen lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami serangan jantung. Risiko mereka untuk meninggal akibat penyakit apapun juga 48 persen lebih rendah.
"Studi kami menunjukkan didiagnosis kanker kulit justru membuat risiko infark miokard berkurang, begitu juga dengan risiko patah tulang pinggul pada mereka yang berusia di bawah 90 tahun, jika dibandingkan dengan kontrol populasi umum," tulis para peneliti dalam jurnal tersebut.
Oleh sebab itu, para ilmuwan menyarankan agar lebih banyak mengonsumsi asupan yang kaya akan vitamin D seperti minyak ikan, ikan salmon, tuna, susu, telur, jamur dan udang. Cara lainnya adalah dengan menerapkan gaya hidup sehat dan lebih banyak beraktivitas di luar ruangan untuk mendapatkan paparan sinar matahari.
"Meskipun begitu, perlu diingat bahwa paparan sinar UV dari matahari berlebihan merupakan penyebab utama kanker kulit," ujar Dr Claire Knight, dari Cancer Research UK, seperti dilansir News Max Health, Kamis (26/9/2013).
Ia melanjutkan paparan sinar matahari memang diperlukan untuk mendapatkan cukup vitamin D alami dan menjaga kesehatan tulang. Tetapi kuncinya adalah tidak terpapar secara berlebihan, misalnya perbanyak aktivitas di luar ruangan pada pagi hari saja, tidak pada siang hari.


No comments: