ads

Slider[Style1]

Style2

Style3[OneLeft]

Style3[OneRight]

Style4

Style5

Rifertar-Tak ada peluru perak untuk sebuah penyakit, artinya tidak ada obat yang menjamin 100 persen bisa menyembuhkan. Penyakit dan gangguan fungsi tubuh bisa dipicu oleh banyak hal. Misalnya pada pria, kesulitan ereksi juga ternyata dipengaruhi banyak faktor.

Umumnya pria yang mengalami disfungsi ereksi buru-buru pergi ke toko obat untuk mencari penangkal. Nyatanya, pil tak selamanya manjur jika penyebab yang mendasari belum terpecahkan. Bahkan penelitian menemukan, makin banyak pil kuat yang dikonsumsi, makin rendah pula kepuasan seks yang dicapai pria.

Ada beberapa penyebab pria menjadi kesulitan ereksi, seperti yang dikutip dari Men's Health, Minggu (15/9/2013) berikut ini:

1. Gangguan dan Stres
Saraf yang menegang dapat membuat kejantanan mengendur, demikian kesimpulan sebuah penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Behavior Research and Therapy. Dalam penelitian yang melibatkan 48 orang pria ini, separuh di antaranya mengalami kesulitan ereksi.

Kesemua peserta diminta menonton tayangan seksual dan terhubung dengan perangkat yang memonitor aktivitas genital. Ketika menonton film, semua peserta diingatkan lewat interkom agar penisnya ereksi. Ternyata kesemua peserta mengalami penurunan kemampuan ereksi tiap kali diperingatkan.

2. Kulit Terlalu Kering
Penelitian menemukan bahwa penderita penyakit eksim atau alergi yang membuat kulit bersisik, gatal, serta ruam lebih besar 60 persen risikonya mengalami impotensi ketimbang pria lain pada umumnya. Penelitian tersebut dilakukan terhadap hampir 4.000 orang pria dan dipublikasikan dalam Journal of Sexual Medicine.

Para peneliti berhipotesis bahwa peradangan yang terjadi pada kulit dapat mempengaruhi pembuluh darah pria. Untuk menghindarinya, minum minyak ikan setidaknya 500 mg DHA dan EPA 500 mg tiap hari. Minyak ikan tidak hanya mengurangi peradangan, tapi juga mengurangi trigliserida, meningkatkan kolesterol baik, dan menurunkan tekanan darah.

3. Melihat Pasangan Menangis
Adakalanya kesalahan ada di pihak pasangan. Menurut laporan penelitian yang dimuat jurnal Science, tatkala melihat pasangan menitikan air mata, gairah bercinta pria seketika lenyap dan menurun kadar testosteronnya.

Dalam penelitian, 24 pria diminta melihat foto wajah wanita dengan tingkat kesedihan dan daya tarik seksual yang bervariasi. Subjek juga diminta untuk mengendus air mata yang diperoleh dari wanita yang menonton film sedih. Ternyata, paparan air mata menurunkan gairah seksual pria.

4. Terbakar Api Cemburu
Ketika pasangan terlalu dekat dengan teman-temannya, maka kehidupan seks akan merana. Menurut penelitian yang diterbitkan American Journal of Sociology, 92 persen pria dengan pacar yang lebih dekat kepada sahabat pada akhirnya mengalami impotensi.

Para peneliti berhipotesis, ketika seorang pasangan menghabiskan lebih banyak waktu dengan teman ketimbang pacar, hal ini dapat mengancam sisi maskulinitas yang pada akhirnya akan mempengaruhi gairah seks.

About Richard Fernando

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
«
Next
Newer Post
»
Previous
Older Post

No comments:

Post a Comment

Dunia Dalam Berita


Top